detikcom
Avitia Nurmatari
Diterbitkan : 17/01/2017 18:03
"Saya sedang menikmati beberes Bandung. Soal banjir lagi fokus tahun ini, biar selesai. Karena saya percaya demokrasi hari ini bukan demokrasi jualan pencitraan, sudah lewat. Tapi jualan karya," ujar pria yang karib disapa Emil ini di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Selasa (17/1/2017).
Dia ingin citra yang muncul mengenai dirinya karena karya, bukan pencitraan. "Semakin banyak karya, itulah si pencitraannya. Bukan digoreng seolah-olah ini itu," kata Emil.
Lebih lanjut Emil mengatakan selama ini dia menempatkan diri sebagai manusia biasa yang tidak berbeda dengan masyarakat lainnya. Dia mengatakan tak berusaha tampil menjadi manusia super.
"Kriteria pemimpin itu kan banyak, harus merakyat, bijaksana, tegas, cerdas. Nggak boleh cacat. Manusia Indonesia mencari super human," kata dia.
"Saya mencoba jadi manusia biasa. Makanya kalau galau saya tampilin, lagi romantis saya tampilin secukupnya. Kalau lagi heureuy (bercanda), apa adanya. Nggak mau tampil baik-baiknya doang," pungkasnya.
0 komentar :
Post a Comment